WIND OF CHANGE


Sebuah catatan ringkas untuk diri pribadi tentang semangat berubah demi perbaikan di masa yang akan datang. Semoga juga bermanfaat buat teman-teman di luar sana yang sedang mencari inspirasi dalam mengubah nasib, mengubah jalan hidup, atau mengubah perusahaan yang dirintisnya. Diambil dari berbagai sumber. 


Selamat membaca . . .


P E R U B A H A N

Untuk bisa berkembang sebuah perusahaan itu harus melakukan perubahan.  Bisa dimulai dari struktur organisasi, kebijakan perusahaan, maupun kontrol terhadap pengeluaran.
ð INGATLAH!
Perusahaan saingan kita terus menerus berupaya mengalahkan perusahaan ini. Mereka rela berubah untuk mengalahkan kita semua. Karenanya berubah atau melakukan perubahan adalah suatu keharusan, bukan suatu pilihan, jika ingin bertahan dalam kelangsungan hidup perusahaan.
Apakah Kondisi Sekarang sudah sesuai dengan kondisi ideal?
Pertanyaan ini  harus diajukan ketika kita ingin melakukan perubahan.  Apakah kondisi sekarang sudah sesuai dengan kondisi ideal yang anda inginkan? Sifat dasar manusia memiliki sifat tidak pernah puas, makanya kita selalu mendambakan keadaan yang lebih baik.
Siapakah yang harus melakukan perubahan?
Apakah para staff, pelaksana lapangan, atau owner yang harus melakukan perubahan?  Apakah diperlukan konsultan ternama untuk melakukan perubahan? Perubahan hanya bisa dilakukan oleh semua karyawan. Tidak mungkin perubahan dilakukan oleh orang di luar perusahaan, harus dimulai dari dalam. Lagi pula seluruh impak yang ditimbulkan oleh perubahan akan berdampak langsung kepada karyawan. Baik dampak enak maupun dampak tidak enak.
ð INGATLAH!
Diawal setiap perubahan akan dirasakan ketidaknyamanan. Hal ini wajar. Namun ketidaknyamanan ini akan membawa kita menuju kesenangan dan kemudahan di masa yang akan datang. Itu pun jika kita bersedia dengan gigih memperjuangkannya.
Ketidaknyamanan hanya bersifat sementara,  pada saatnya akan kembali nyaman setelah stabil. Selama belum stabil maka harus dilakukan dengan sungguh-sungguh dan berkelanjutan.
ð INGATLAH!
Yang Maha Memberi telah berfirman: “Sesungguhnya Alloh tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sebelum mereka mengupayakan perubahan dari sisi mereka sendiri.”
Berhati-hatilah bagi mereka yang selalu berucap cukuplah saya senang dengan keadaan sekarang. Ini menandakan kita tidak menginginkan adanya perubahan, yang artinya tidak menginginkan suatu kemajuan.
Pada dasarnya manusia tidak alergi dengan perubahan. Hanya saja kita selalu khawatir jika perubahan yang kita lakukan tidak memberikn hasil yang lebih baik. Kita ragu jika hasilnya malah akan menjadi semakin buruk.
Kita takut mengambil resiko itu. Itu sebabnya kebanyakan dari ita mengambil status quo atau menerima keadaan saat ini. Padahal sudah mengakui bahwa keadaan sekarang bukanlah kondisi yang kita inginkan.
ð INGATLAH!
Yang diperlukan adalah kita harus yakin akan ada manfaat dari proses perubahan itu,. Dan kita harus tahu persis bagaiman menjalani perubahan itu, sehingga kita tidak takut lagi untuk menjalaninya.
Setiap perubahan akan ada konsekuensinya. Kuncinya adalah lakukan sesuatu agar perubahan itu menimbulkan konsekuensi positip.
Catatan penutup:
Mental saja tidak cukup untuk menghadapi perubahan. Kemauan dan keikutsertaan secara total adalah modal untuk  mengikuti perubahan. Banyak kemudahan yang ditawarkan dalam perubahan. Jangan sampai karena menjadi status quo maka kita tergilas oleh perubahan sekitar kita.
TIPS MENGUPGRADE KARYAWAN
Karyawan yang trampil dan cekatan adalah dambaan setiap pemilik perusahaan (owner). Apalagi bila karyawan ini sudah dapat bekerja sesuai dengan keinginan atasan. Dengan hanya instruksi ringkas maka pekerjaan dapat dengan cepat diselesaikan. Alangkah idaman setiap pemilik perusahaan.. ^_^
Berikut ada beberapa langkah yang pernah saya lakukan saat memimpin suatu group produksi dengan anggota kurang  lebih 250 orang.
A.    Atasan Mengerjakan Karyawan Memperhatikan
Disini saatnya atasan memberikan contoh (sample tindakan dan teladan) bagaimana menyelesaikan pekerjaan dengan baik dan benar. Baik secara prosedur dan hasilnya benar sesuai standar.
Seorang karyawan seringkali merasa gugup dan gamang saat mengerjakan hal baru. Oleh karena itu kegiatan awal ini perlu diulang beberapa kali  hingga karyawan menjadi trampil dan percaya diri mengerjakan pekerjaan tersebut.
Saat atasan mengerjakan jika ada hal yang harus diperhatikan (critical point) maka atasan harus memberi penjelaskan kenapa dan bagaimana-nya.

B.    Atasan Mengerjakan Karyawan Mengerjakan
Setiap pekerjaan itu ada ilmu dan soul-nya. Ilmu sangat mudah diberikan, baik secara praktik maupun berupa catatan. Namun soul sangat sulit ditularkan. Dengan mengerjakan bersama-sama karyawan tahu persis tujuan dan irama yang dikehendaki oleh atasannya. Jika sudah se-irama dan satu rasa maka itu tandanya karaywan sudah mendapatkan soul dari pekerjaannya.

C.    Karyawan Mengerjakan Atasan Memperbaiki
Saat karyawan sudah mampu melaksanakan sendiri pekerjaannya, maka kita memasuki tahap supervisi dan evaluasi terhadap kinerja karyawan. Diharapkan hasil kerja karyawan mempunyai kualitas yang sama atau mendekati hasil kerja yang dilakukan oleh owner sendiri. Akan lebih menyenangkan bila hasil kerja karyawan bisa lebih baik dari atasan.
Kemungkinan ini akan lebih besar lagi karena saat karyawan mengerjakan pekerjaannya, ia lebih fokus dan konsentrasi. Sementara atasan kadang saat mengerjakan pekerjaan tersebut cenderung sambil memikirkan hal-hal lain yang berhubungan dengan order, dateline, laporan, tagihan atau lainnya sehingga tidak fokus dalam mengerjakannya.

Jika sudah begini, kualitas lebih baik dengan soul yang sama, niscaya klien tidak dapat membedakan produk yang dilihatnya adalah hasil pekerjaan sang atasan atau karyawannya.

D.    Karyawan Mengerjakan Atasan Berinovasi
Langkah selanjutnya adalah melakukan inovasi, agar produk yang dihasilkan bisa lebih baik atau lebih menjual dibandingkan dengan produk yang sama dari  perusahaan saingan.

Tujuan inovasi jelas untuk pengembangan usaha. Dan inovasi merupakan tanggung jawab atasan, yang dibantu oleh para karyawan. Dalam hal perbaikan proses kerja karyawan dapat diminta pendapat dan masukannya untuk mengurangi pemborosan waktu, bahan baku dan tenaga. Tapi untuk daya saing produk merupakan keputusan dan tanggung jawab atasan sebagai pimpinan.

Inovasi yang tidak kalah pentingnya adalah, perubahan untuk membuat suasana kerja agar lebih hidup dan dinamis. Karena akan menjadikan karyawan lebih bersemangat  dan tidak cepat jenuh. Adanya inovasi berarti ada perubahan , yang berarti ada hal baru untuk dipelajari dan tantangan baru untuk dihadapi.

Selamat Berinovasi dan BERUBAH !!!
Catatan: artikel ini merupakan saduran dan rangkuman dari artikel di internet/surat elekronik dengan modifikasi bebas dari pengalaman pribadi penulis. [adjie]