Bahagia apa yang kamu kejar?

BismillahAssalamu'alaikum wr. wb.
Sharing kultum fajar Ramadhon ba'da shalat jamaah shubuh di Masjid Ar-Royyan :


Manusia di dunia ini saling berlomba-lomba mengejar kebahagiaan, bahkan rela sikut-sikutan dalam usaha menggapainya. Berebut dan menghalalkan segala cara demi menggapai bahagianya. Namun apakah makna bahagia sesungguhnya? Adakah orang yang bekerja dari pagi hari hingga malam hari adalah manusia yang berbahagia? Dimanakah letak bahagia sesungguhnya? Di dalam rumahkah? Atau diluar rumah? Di dalam hati atau yang ditampakan bagi manusia lainnya?


Menurut sang penceramah ada empat tingkatan bahagia di dunia ini:

1. Kekuasaan / Kekayaan
Manusia jelas berbahagia saat memiliki kekayaan dan kekuasaan. Keduanya saling ikut dan mengikuti satu sama lain. Namun apakah manusia cukup dengan memiliki sejumlah kekayaan? Alloh SWT mengingatkan bahwa bahkan jika segunung emas di berikan kepada manusia maka manusia tetap akan tidak merasa puas.

Tengoklah Qorun yang hartanya berlimpah, konon perlu puluhan orang untuk membawa kotak kunci gudang hartanya. Harta yang berlimpah itu menjadikannya sombong dan takabur, hingga akhirnya ditenggelamkan ke dalam perut bumi.

Kekayaan dan kekuasaan yang ada di dalamnya, bukan merupakan kebahagiaan. Nabi terkaya sepanjang masa, Sulaiman A.S. menjadikan bukti bahwa kekayaan dan kekuasaan tidak menjadikannya berhenti menyebarkan agama Islam di muka bumi.

2. Kesehatan
Seharusnya Fira'un menjadi manusia yang paling bersyukur di muka bumi. Bagaimana tidak? Sosok Fir'aun adalah manusia dengan kekayaan yang berlimpah, kekuasaannya meliputi hampir separuh bumi, tambahan lagi ia tidak pernah sakit sama sekali seumur hidupnya. Sayangnya bukannya bersyukur, Raja diraja ini malah mengaku sebagai Tuhan. 

Kebahagiaannya justru terusik manakala sang ahli tafsir meramalkan dirinya akan dibunuh oleh laki-laki berasal dari rakyatnya yang jelata. Hingga akhirnya keluar titahnya yang terkenal hingga akhir zaman, kebijakan membunuh setiap anak laki-laki dari bangsa Israil yang lahir di bumi para nabi.

Inilah bukti paling autentik bahwa kesehatan bukan merupakan tingkat kebahagian paripurna di muka bumi. Walau kebanyakan bangsa barat mengkampanyekan kesehatan adalah kebahagian hakiki.

Nabi Ayubb A.S. adalah nabi yang diuji dengan sakit berkepanjangan bahkan hingga menghabiskan harta bendanya dan keluarganya meninggalkan. Dengan selalu bersyukur beliau dilimpahi rahmat dengan dikembalikan sehat, harta dan keluarga. Semoga kita mengambil pelajaran dari kisah beliau yang diabadikan dalam Al-Qur'an.

3. Agama
Dengan memiliki agama, manusia menjadi lebih terarah dan tujuan hidup yang jelas. Dengan demikian seharusnya menjadikan agama sebagai tingkatan bahagia yang wajib dikejarnya.

Penciptaan manusia sesungguhnya adalah untuk menyembah Allohu Robbi SWT. Tata cara penyembahan sesuai syar'i adalah yang diajarkan para Nabi dan Rasul yakni Agama Islam. Maka pelajari Islam secara khafah dan melaksanakannya, niscaya kebahagiaan lainnya akan mengikuti. 

Muslim sejati seharusnya jadi kaya tanpa harus meminta (kepada mahluk), berkuasa tanpa takut di kudeta (kehilangan/Kecurian), dan sehat rohani akan terpancar pada jasmani, bukankah orang yang berhati bersih serta senantiasa mengingatNYA akan menghadirkan nur yang bersih pula? Berbahagialah manusia yang kehadirannya senantiasa dirindukan oleh banyak orang yang mengenalnya, tiada perlu takut khawatir dan segan akan kejahilan perkataan dan perbuatannya.

4. Dakwah
Ternyata beragama saja tidak cukup. Belajar dari para Nabi dan Rasul mereka mensyi'arkannya diseantero muka bumi. Nabi Alloh Muhammad SAW membuktikannya perjuangan dakwah memang tidak mudah, berbagai hinaan dan cemoohan senantiasa diterima di awal dakwah, meningkat kemudian rayuan dan intimidasi diterima Rasul dan keluarganya. Bahkan kemudian setelah beliau hijrah mereka pun diperangi secara fisik oleh kaum musyrikin. Padahal bangsa Quraisy adalah bangsa satu leluhurnya.

Berdakwah merupakan bentuk akhir implementasi dari kegiatan beragama manusia. Bahkan dijelaskan secara gamblang dan jelas, "sampaikanlah walau satu ayat". Ini membuktikan bahwa sebagai manusia biasa kita pun seharusnya sanggup berdakwah bahkan dengan pengetahuan dan agama yang terbatas.

Sebarkan senyum serta salam, menghormati dan senantiasa mendahulukan hak orang lain selama dalam rangka kebenaran. Selalu ingat menghindarkan diri dari pertikaian dan berbantahan walau pun di pihak yang benar. Ini bentuk dakwah Islam yang paling sederhana yang bisa kita lakukan. Bahkan yang paling lemah pun kita diperbolehkan menolak kebathilan cukup dengan dalam hati. Namun itu benar-benar lemahnya iman. Muslim yang dicintai Alloh dan Rasulullah adalah muslim yang kuat. Kuat fisik (sehat), Kuat Materi (Kaya), dan Kuat Ilmu (Agama). Semoga kita dimasukan dalam golongan yang demikian. Amiin Ya Robbul Alamiin.

Demikian ringkasan kultum shubuh. Puasa yang indah adalah puasa yang dipenuhi aktifitas saling berbagi. Berbagi maaf, berbagi ikhlas, berbagi senyum hingga berbagi jalan sesama pengguna jalan. Seharusnya kita sadari itu di luar Ramadhon, karena mau gak mau kita juga terpaksa berbagi bumi dan udara tanpa terhindarkan. Nyatanya kita gak perlu berebut untuk itu. 

Semua penjelasan diatas adalah tambahan saya sendiri, Sobat. Saya hanya sanggup mengingat point-pointnya saja. Mohon dikoreksi bila ada kesalahan.

Semoga bermanfaat.